0
Wilayah Sumatera Utara masih berpotensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi (51-200 milimeter). Hal ini berdasarkan kondisi cuaca yang didominasi angin barat namun diprediksi akan didominasi angin timur laut. Perkiraan ini akan bertahan hingga 10 hari kedua di April (dasarian April ke-2).


Medan - Curah hujan tinggi (151-200 milimeter) diperkirakan akan terjadi di sebagian Kabupaten Langkat, Kabupaten Pakpak bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Mandailing Natal. Hal tersebut berdasarkan analisis dinamika atmosfer pada April dasarian ke-1 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Klas I Deliserdang yang diterbitkan Rabu (12/4).

Sirkulasi udara yang terjadi kini membentuk daerah konvergensi yang menyebabkan pertumbuhan awan konvektif, lebih banyak terjadi di daerah barat Sumut. Ditambah, gangguan dinamika atmosfer dan signifikannya anomali suhu muka laut di pantai timur dan Barat Sumut, sehingga menyebabkan cuaca buruk. Hujan terjadi pada rentang waktu sore sekira pukul 17.35 WIB disertai kilat/petir di sebagian wilayah Medan, Binjai, Samosir, Simalungun dan sekitarnya hingga sekira pukul 19.30 WIB.


Dari hasil analisis ini juga beberapa fenomena iklim turut diprediksi. El Nino sebagai fenomena panasnya permukaan air laut Samudera Pasifik (di atas ra-rata suhu normal) berada dalam kategori normal hingga Mei. Demikian dengan dipole mode sebagai fenomena pasangan antara lautan-atmosfer di lautan India tropis yang berlangsung hingga September.

Dipole mode dicirikan bersamaannya terjadi penyimpangan suhu muka laut berlawanan di bagian Barat dan di bagian timur. Untuk menyatakan besarnya simpangan tersebut, biasa digunakan istilah ‘anomali’, yakni beda atau pembanding terhadap nilai rata-ratanya.

Secara umum, suhu muka laut di perairan sekitar wilayah Sumut lebih hangat dari klimatologisnya. Anomali suhu muka laut di Perairan Timur berada pada rentang 0,2-0,4 derajat celcius dan di perairan barat berkisar antara 0,2-0,6 derajat celcius.

Begitu pun, tidak menutup kemungkinan terjadi hari tanpa hujan (HTH) di beberapa wilayah Sumut dalam kategori pendek (6-10 hari). Di antaranya sebagian Kabupaten Asahan (Rawang baru), Kabupaten Batubara (Sei Muka), Kota Tanjungbalai (Tanjungbalai, Datuk Bandar), Kabupaten Labuhan Batu (Aek Nabara Utara) dan Kabupaten Padanglawas (Sosa dan Balangka Siongkon).

“Demikian kami sampaikan. Semoga informasi monitoring HTH dapat digunakan sebagai acuan membuat kebijakan dan antisipasi bencana kekeringan di berbagai daerah,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Deliserdang Klaus Damanik.


Posting Komentar

 
Top