0
Renungan Harian 27 April 2017


Medan, Indonesia

Livecasino338 - LEBIH dari 25 abat yang lalu, ketika banyak negara di dunia ini belum beradab, saat teknologi sama sekali belum maju seperti sekarang, Petapa Sidarta Gautama dengan kekuatan sendiri, mancari, berjuang, mempertaruhkan hidupnya, hingga tercapai Penerangan Sempurna “Samasambuddha”. Perjuangan itu semata-mata didorong keagungan rasa kemanusiaan Beliau. Persoalanpersoalan penderitaan, kesengsaraan, kegagalan, menggerakkan nurani Beliau, untuk meninggalkan kedudukan sebagai putera mahkota dari kerajaan Sakya, memilih menjadi Pengabdi Agung bagi dunia hingga hari ini masih kita rasakan.

Meskipun lebih dari 25 abat yang lalu, ajaran Buddha Gautama itu masih terdengar hinga saat ini. Mengapa demikian? ajaran Beliau mungkin kurang menarik. Kurang menarik bagi sementara orang, karena Buddha Gautama hadir di tengah-tengah umat manusia dengan meminta kita untuk Jangan mengingkari apa yang terjadi pada diri sendiri!. Salah satu kesulitan terbesar manusia adalah melihat kekurangan dan kesulitan dari dirinya sendiri. Sulit, berat, untuk melihat kekurangan diri sendiri. Kita ingin berpaling cepat, lari dari segala macam kesulitan yang dihadapinya. Dengan berbagai harapan berusaha menutupi segala macam persoalan-persoalan kehidupan ini. memang harapan seperti ini adalah paling menyenangkan untuk menyembunyikan penderitaan dari diri sendiri. Lihatlah kehidupan ini dengan wajar apa adanya.

Lihatlah dengan segala kekurangan, dan penderitaannya. Dengan berpandangan demikian, kita tidak melihat kehidupan ini sebagai emas dan juga tidak hanya sebagai kotoran atau penderitaan. Sulit melihat kenyataan, lebih-lebih kenyataan diri sendiri. Tetapi dengan mau melihat kenyataan akan membuat kita berpikir lebih dewasa. Berani melihat kenyataan dengan wajar, mengetahui sebab penderitaannya, mengatasi sebab itu, untuk mewujudkan hidup lebih bahagia, inilah pandangan Buddha Gautama tentang kehidupan.

Tanpa pandangan yang benar tentang kehidupan ini, manusia sering melarikan diri dari kenyataan. Menutupi persoalan dengan mencari kenikmatan. Menghindari kesukaran dengan mengejar kesenangan. Ini bukan menyelesaikan persoalan, tetapi bahkan membuat penderitaan baru. Oleh karena itu buddha juga menyarankan agar kita selalu berjalan dijalan tengah seperti apa yang telah diuraikan buddha dalam kotbah pertama beliau tentang jalan mulia berunsur delapan “Ariya atthangika magga” yang berada di samyutta nikaya jilid 5, halaman 356: Pandangan benar ”samma ditthi”. Pikiran benar “samma sankappa”. Ucapan benar “samma vaca”. Perbuatan benar “samma kammanta”. Penghidupan benar “sama ajiva”. Usaha benar “samma vayama”. Perhatian benar “samma sati”. Konsentrasi benar “samma samadhi”. 

Jangan lah lari dari diri sendiri! Kembalilah kepada diri sendiri seutuhnya. Dengan kembali kepada diri sendiri, akan melihat diri sendiri. Dengan melihat diri sendiri, maka akan menyadari kekurangan dirinya. Menyadari kekurangan dirinya membangkitkan semangat untuk membangun mencapai kehidupan sejahtera. Buddha Gautama menunjukkan dengan jelas ke arah mana kita harus bangkit membangun kehidupan ini, menuju kedamaian dan kebahagiaan.

Dengan demikian keyakinan tentang kebenaran yang kuat adalah hal yang utama untuk tidak membuat kita lari dari diri sendiri, Keyakinan yang hidup adalah keyakinan yang membuat kita berani menghadapi kenyataan kehidupan ini. Keyakinan yang hidup membawa manusia tidak lari mengingkari dirinya sendiri. Keyakinan demikian membangkitkan semangat mengatasi kesulitan, menyelesaikan persoalan, menghancurkan penderitaan, memutuskan kelahiran penderitaan, memutuskan kelahiran kembali, dengan cara yang benar, dengan Jalan Dhamma.

Life is 10% what happens to you and 90% how you react to it.


Posting Komentar

 
Top